Minggu, 21 Oktober 2012

A gift for them



Mengejar impian itu penting,
Dan membahagiakan orang tua adalah bagian dari mimpi saya


20 oktober 2012,

Karena hadiah terindah untuk mereka hanyalah senyum kebanggaan....
Alhamdulillaahwasyukurillaah...
Terimakasih untuk kesempatan membawa mereka
Berdiri bersama orang tua wisudawan terbaik lainnya
Persembahan cinta untuk Mama
Atas doa dan dukungannya yang tak kunjung putus
Untuk Bapak yang bercucur keringat dan tanggung jawabnya bagi keluarga...
Dan semoga ...
Langkah-langkah berikutnya selalu memberi yang terbaik...


Sabtu, 13 Oktober 2012

My Dearest Tika : arti sebuah kesederhanaan


#Kesederhanaan adalah salah satu ilmu yang paling sulit diajarkan, bahkan oleh seorang professor Fisika sekalipun.
Kesederhanaan..mengajarkanmu menikmati proses yang rumit ditengah perasaan berkecukupan, namun tetap dalam selimut kebahagiaan.Terimakasih untuk Bunda, Babe, dan Chi yang selalu menjadi teladan kesederhanaan dalam hidup ini.(ganisfa)




Untuk adikku tersayang Atika Hijria Rusmayani,,, 
Hidup ini adalah perjalanan yang panjang. 
Adakalanya kita harus berjalan terengah-engah ditengah kerikil tajam.
Adakalanya kita harus menahan sakit dan ngilu saat kaki kita melepuh. 
Dan adakalanya pula kita harus bertindak tegas dan berani menantang hujan dan badai.

Bukan ingin membuatmu merasa terpojokkan. 
Tidak pula iri atas apa yang sudah “sepantasnya” kamu dapatkan. 
Tapi semua proses itu adalah bagian dari pendewasaanmu. 
Ada kebahagiaan yang menunggu di depan sana. 
Ada kejutan yang begitu nikmat di akhir perjalananmu. 
Aku hanya ingin membuatmu belajar melewatinya. 
Agar jiwamu tertempa dengan baik ditengah ujian-ujian berat yang pasti kamu hadapi di masa depan. 
Agar kamu cukup tegar, ketika angin menerjangmu, atau terik matahari memperlambat langkahmu. 
Kamu tetap bisa meraih impian-impianmu. Sehingga kamu “pantas” mendapatkan hadiah yang luar biasa.

Tapi terkadang caraku salah mendidikmu. Apakah aku terlalu keras memaksamu menjadi pribadi yang aku inginkan. Karena kamu adalah kamu. Sayang, aku hanya ingin melakukan yang terbaik untukmu nanti. Saat ini mungkin kau kesal dengan beberapa sikap tegasku. Tapi ketahuilah, nanti kamu akan menyadari betapa aku sangat menginginkan kebaikan untukmu di masa depan.

 #Bakti kita untuk Babe dan Bunda
Kamu tahu, dulu ketika aq dan chi masih kecil. Hidup kita begitu sederhana. Bundapun kala itu masih sering sakit-sakitan. Beberapa minggu sekali harus check up asma ke dokter. Rumah sakit jadi tempat yang familiar. Meskipun sakit, tapi bunda selalu menampakkan senyuman hangat dan tulusnya. Tak pernah mengeluh sedikitpun, karena dia tak ingin membuat kita khawatir. Bunda selalu berusaha memberikan segalanya untuk kita. Pernah pastinya bunda mengalami beberapa kekecewaan dalam bisnisnya, ada juga bahkan omongan tidak sedap terhadap dia dan babe.Masih jelas kala itu, babe mengalami krisis dalam perjalanan karirnya. Kondisi beliau tertekan, namun beliau tetap tegar dan ikhlas melewatinya.  Mereka berdua adalah orang tua yang paling luar biasa sedunia. Bakti kita untuk mereka adalah amal yang harus kita tunaikan.

Pernahkan kamu menyadari, mereka meminta sesuatu “untuk diri mereka sendiri”? Tidak adikku sayang ! semuanya adalah untuk kita, anak-anak yang paling mereka cintai. Walaupun kamu belum memahami betul, tapi yakinlah, cinta mereka untuk kitasemua tak berujung. Karena dalam setiap sujud mereka, nama kita selalu di sebut. Untuk kebahagiaan kita.
Itulah yang ingin aku perlihatkan padamu. Membuatmu memahami bahwa menjadi yang terbaik dari diri kita adalah kebanggan mereka. :)

Semoga kamu memaknai arti kesederhanaan dan kasih sayang lebih dari pada aku dan chi. Karena kami tau, kamu adalah adik yang luar biasa. Namun, tak perlulah kamu menjadi nomor 1 disegala hal. Cukuplah kamu menjadi dirimu, pribadi yang bijaksana dan sederhana. Penuh syukur dan berguna bagi sesama.

Salam cinta,
Kakakmu tersayang,


MNM

Minggu, 16 September 2012

After Graduation “Menunggu Kereta Berikutnya”


"Allah sudah menetapkan, setiap orang punya jalannya masing-masing. Tinggal bagaimana ia menikmati setiap bagian perjalanan itu" (ganisfa)



Kelulusanku. Dengan segenap upaya selama 3 tahun 9 bulan aku berhasil menyelesaikan studi strata 1 dalam bidang Hubungan Internasional. Yah, bidang Hubungan Internasional. Berbicara mengenai politik, ekonomi, keamana dan hubungan antar negara. Namun sampai saat ini aku merasa ruh ku bukan disini. Ruh ku bersemayam diseberang bernama Development Studiest and Poverty Reduction.

Perlahan aku mulai menghianati dunia HI ketika aku belajar mengenai bagaimana upaya negara-negara berkembang untuk majuà International Development Studies. Betapa miris perjuangan tiada akhir mereka yang seolah-olah selalu menjadi boneka negara maju. Ekonomi, politik, keamanan dijadikan senjata utama untuk mengontrol negara-negara yang memiliki tingkat ketrgantungan tinggi. Kemiskinan, Rendahnya sumberdaya manusia, pendidikan yang kurang berkualitas, menggerakan hatiku untuk mengenal lebih jauh bagaimana solusi itu bisa diwujudkan. Suatu solusi melalui tindakan nyata, dari diri sendiri dan untuk masyarakat. Sesuatu yang bisa aku lihat. Berbagi dengan mereka.

Entah ambisi atau keegoisanku yang membuat aku masih belum selesai sebagai mahasiswa S1. Masih banyak yang belum aku berikan, dan masih terlalu banyak hal yang ingin aku lakukan sebagai eksistensi diri di mata masyarakat. Apadaya, keinginan kadang tak sejalan dengan keadaan. Aku mengalah pada keadaan, karena aku tak kuat melihat resah kedua orang tua dan keluargaku yang begitu menanti kelulusannku.  Dalam hati kecilku, masih membara..aku masih menginginkan lebih dari ini.

Lama aku sadari, ternyata aku berkedok semata dibalik seragam “mahasiswa”ku. Aku bersembunyi disana karena ketakutanku terhadap dunia nyata. Bisakah aku melewatinya? Bisakah aku berjalan mandiri tanpa seragam mahasiswaku? Bisakah aku berbuat banyak tanpa ada institusi besar yang memback up ku?

Setelah kelulusan, aku makin merasa tak karuan. Apa yang harus aku lakukan berikutnya? Sementara teman-temanku sudah dalam perjalanan mereka selanjutnya. Anehnya, aku masih merasa belum selesai disini. Aku masih ingin belajar. Setidaknya di Universitas yang benar-benar mampu memfasilitasiku. Di negara lain. Negara Maju. Agar ketika aku pulang,  aku bisa membagi lebih banyak hal disini. Indonesia yang aku cintai.

Tapi sampai sekarang, blum ada kesempatan yang datang..atau mungkin aku belum mau berusaha. Aku berfikir mencari jalan aman lagi, mencari sekolah apapun itu dan belajar disana. Aku mendapatkan zona nyamnku lagi. “Sebagai mahasiswa”. Aku akan terbebas dari pertanyaan demi pertanyaan terhadap status pengangguran yang sedang aku alami.

Ah..tapi hati kecilku tetap tak bisa bohong lagi. Aku terlalu ingin belajar banyak hal. Hal hebat di tempat yang hebat. Secepatnya. Indonesia masih belum memfasilitasi studi yang aku inginkan saat ini. Aku sudah bertekad. S2 ini, aku harus benar2 memilih impianku. Bukan “kecelakaan”, bukan karena “ketidaktahuanku”, bukan pula karena “keinginan orangtuaku”

Dan aku menunggu..masih menunggu dalam kejenuhan. Dalam hari-demi hari dimana postpower syndromeku mulai menggerayati hampir sebagian tubuhku. Aku terlalu terbiasa melakukan banyak hal. Dan sekarang seolah mulai kehilangan rutinitas yang menyenangkan itu. Aku ingin semua berjalan cepat seperti yang aku harapkan. Namun, waktu masih belum menunjukkan jalannya. Ada bagan lain dari dirku yang meminta untuk tetap menunggu. Sesuatu. Sesuatu yang aku yakin aka SEGERA DATANG.  Sebuah KESEMPATAN yang akan menjadi tiket bagi perjalanku yang baru.  Aku hanya harus bersabar dan berdoa menunggu. Aku yakin. Kereta berikutnya ini akan membawaku pada setiap impian yang aku kejar selama ini. BISMILLAHIRROHMANIRROHIM..

Selasa, 28 Agustus 2012

PEKA

"Setelah ini, kamu akan menjadi lebih peka egha", Anita Rahman said.


Banyak kesempatan yang kemudian datang,
Kesempatan tentang impian,
kesempatan tentang cinta,
dan aku menjadi lebih peka melihat kesempatan-kesempatan itu
setelah melepasmu dengan segenap perasaan yang tersisa...

Terimakasih ya Allaah...
Untuk segarnya mebun pagi yang kuteguk
Untuk cahaya mentari yang menghangatkan
Dan untuk impian yang tak bisa menunggu


Selasa, 31 Juli 2012

Dream Catcher

Dulu aku pernah mendeklarasikan pada diri sendiri bahwa :
Sebelum aku lulus S1, Aku harus bisa keluar negeri dan mengecap paspor yang sudah aku buat. Sangat memalukan bagiku- seorang mahasiswa HI tapi tidak pernah ke luar negeri-

Impian itu bermula ketika dosen pembimbingku saat ini (dosen PA pengganti) Bapak Riza. Beliau menge-tag sebuah tulisan mengenai kisah mahasiswa HI UI yang diwajibkan memiliki pasport dan harus bisa ke luar negeri. sebetulnya untuk ke luar negeri saat ini tidaklah sulit. Kemudahan Visa antara negara ASEAN, berbagai sponsorship, dukungan dari kampus, serta event-event Internasional yang menawarkan berbagai kesempatan "gratis".

Sejak saat itu aku menyegerakan untuk menyusun pasporku, lalu menata apa yang harus aku lakukan agar paspor ini bisa berisikan stempel-stempel beberapa negara.

Pertama : Aku sempat berfikir magang di kedutaan besar Malaysia dan menyelesaikan skripsiku disana. - Gagal : Aku tidak paham medan saat itu, bahkan belum mantap dengan skripsi yang aku punya.

Kedua : Mencoba ikut beberapa konferensi internasional yang menawarkan biaya gratis atau murah.
 akhirnya pilihan kedua ini mulai menjadi fokusku. Terimakasih untuk Tasya dan Rindi yang membuka mataku untuk hal ini.

Pertengahan 2011, Alhamdulillah aku dan beberapa rekan berhasil lolos dalam kegiatan The 2nd Congress of East Asia Association Environmental Resource and Economics di Bandung.Event yang diadakan pada Februari 2012 ini memang Internasional, tapi aku masih belum bisa men-stempel pasporku.

International Youth Forum India- Juni 2012 : Aku berhasil lolos, namun  keberangkatan dicancel karena beberapa pertimbangan dana dan orang tua.

International Conference on Climate Change - London : Aku berhasil lolos dengan paper seadanya, namun kembali..masalah internal mengkibatkan keberangkatan gagal.

World Youth Alliance Asia Pacific-Manila-Philippina : Ahhirnya.. Pasporku berhasil mendapatkan cap kantor imigrasi Indonesia, Filipina, dan Manila :)

Bismillaahirrohmanirrohim...
Tahun depan Jepang dan Thailand :)


Minggu, 22 Juli 2012

Filipina I'm coming

Puas rasanya mencoret salah satu mimpi yang sudah kita catatkan sejak lama.
Dulu..salah satu impian saya adalah keluar negeri sebelum menanggalkan status mahasisiwa S1... Alhamdulillaah 25 Juli -29 Juli 2012...Saya mencoretnya...

World Youth Alliance Asia Pacifik Emerging Leader Conference 2012
Pada awalnya, jujur saya ragu mengikuti kegiatan ini. Filipina bukanlah destinasi negara yang saya cita-citakan selama ini. SIngapore, Thailand, Japan, London, New Zaeland.... Namun,,,waktu saya sudah tidak banyak. Dan kesempatan ini harus saya coba.

Berusaha mencari sponsor ke mana-mana, gagal. Ahirnya saya "berjudi" dengan diri sendiri. mencoba memberanikan diri. bersiap menanggung segala resikonya. Ini ketiga kalinya saya akan menghadiri konferensi Internasional. Lalu, mengapa saya harus mundur? Finally..saya memutuskan berangkat sendirian, tanpa kepastian akan turun berapa uang dari rektorat?

Dengan ijin Babe, Bunda (Walau Agak berat) akhirnya saya berangkat...

Filipina : Indonesian Twins

Minggu, 15 Juli 2012

Lets think (again) what is ur (real) dream

Ketika kita mendapatkan sesuatu yang benar-benar kita inginkan saat itu juga,
percayalah... rasanya tak akan menakjubkan 
(ganisfa)


Tiap orang pasti selalu menginginkan sesuatu di dunia ini. Entah cinta, prestasi, kepuasan diri, popularitas, atau kemewahan.
Keinginan yang demikian  tak akan pernah habis.

Suatu saat aku ingin seperti temanku yang bisa menjadi salah satu murid berprestasi di sekolah.
Aku mendapatkannya dengan segera. Namun percaya;ah, rasanya tak semenakjubkan ketika membayangkannya.

Aku pernah bekeinginan seperti gadis SMA lain pada umumnya.
Punya kekasih, tampan, mencintaiku-bahkan mat sangat-, dia punya kepribadian yang baik, orangtuaku mendukung. Saat aku mendapatkannya-saat itu juga- rasanya tak semenakjubkan yang diinginkan.


Kenapa aku merasa tak semenakjubkan ketika membayangkannya?
Karena aku sepertinya belum melakukan segenap kesungguhan hati dan ketulusan untuk memilikinya.
Keeinginanku hanya sebatas ego belaka, tanpa mempedulikan apa yang sesunggunya benar-benar aku inginkan dan aku butuhkan. Akhirnya..ketika aku sudah mendapatkannya, aku tak memiliki hasrat yang cukup kuat untuk mempertahannkannya.

AKhirnya aku berfikir, bahwa aku terlalu memikirkan apa yang akan terjadi.
Menjadi seorang pemikir itu adalah salah satu sebab penyakit otak yang harus dihindari


Temanku punya pacar, aku ingin punyakekasih yang sempurna....
Temanku beli gadget baru aku ingin punya gadget baru?
Temanaku jalan-jalan ke luar negeri, aku ingin seperti dia...

JAdi seringkali...kita bahkan tidak tahu apa yang benar-benar kita inginkan.
Dan akhirnya aku berfikir kembali. 
Ketika aku mempunyai sebuah impian, maka impian itu adalah harus turun dari hatiku.
menikmati setiap proses yang terjadi.. Tetap memimpikannya pasti. NAmun tidak ingin terlalu berambisi melakukan segala cara untuk mendaptkannya.

Karena aku ingin, tiap impian-impian itu menjadi kejutan yang menghampirikku :)
Saat ini, kau mendambakan seperti itu lagi... keluar dari sososk wanita yang kesepian dengan hal bernama cinta, namun aku meyadarinya..bahwa ternyata semua harus disyukuri...