Jumat, 24 Mei 2013

Menyekolahkan Hati!!!

"Karena Tuhan terlalu Sayang, maka DIA mengajarkanmu cara menyekolahkan hati!!! (ganisfa)"


Karena semakin hari hati-hati manusia semakin lemah. Semakin rentan akan dosa. Dan semakin jauh mengingat Tuhannya. Butuh sesuatu yang besar untuk menyadarkan itu. Maka, Tuhan menegur dengan mengambil sesuatu yang dirasa berharga untuk menguji seberapa besar kita mencintaiNYA dibandingkan hal-hal lain di dunia.


Seperti naik kelas, menginjak pertengahan tahun 2013 ini saya kembali ujian!!! Sebuah pembelajaran tentang -USAHA itu berbanding lulus dengan HASIL- #Sebelumnya saya hanya ingin mengatakan bahwa saya tidak pernah dan TIDAK Menyalahkan siapa-siapa atas apa yang saya alami. Saya mensyukuri ini sebagai proses pembelajaran bagi saya :) dan berbagi untuk teman-teman semua.


Semakin tinggi tingkat keilmuan seseorang maka semakin sulit pula ujian yg pantas dihadapi.
Saya kembali belajar tentang sesuatu yg bernama keikhlasan.
(Renungan diri lagi :D)


Singkat cerita, karena ingin belajar berbisnis saya memulai sebuah investasi. Cukup menjanjikan krn keuntungan yang didapat sangat besar, 10% perminggu. Tergoda ingin mendapatkan keuntungan secara instan, akhirnya sy berinvestasi untuk bisnis ini. Awalnya saya sedikit ragu, namun akhirnya saya mencoba dengan niatan "Bisnis itu harus berani gagal" Dan akhirnya saya baru tahu bahwa bisnis tersebut bermasalah... investasi macet.


#NOTE1 : Hindari prasangka negatif saat memulai sesuatu, karena itu justru memancing hal-hal yang tidak diinginkan tersebut!
#NOTE2 : Jangan Pernah mengambil keputusan disaat tidak benar-benar yakin!!!
#NOTE3: ikuti kata hatimu, bukan siapa atau apa!!!



Buat orang yg sudh bekerja mungkin uang segitu bukan apa-apa. tapi buat saya uang segitu cukup besar.

Sayang? PASTI!
sejenak saya berfikir kemudian, Toh uang itu saya dapatkan dri Tuhan. Dan Allah tentunya tidak akan.membiarkan hambanya menderita. Allah mah kaya. Apalah artinya uang segitu untuk begitu besarnya nikmat yang sudah didaptkan.
Saya pasti bisa menabung kembali sedikit demi sedikit. Saya pasti akan menemukan jalan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Ilmu itu memang mahal. Lha buat les bhs inggris aja bayarny bisa sampe jutaan -.-". Apalagi ini menyangkut ilmu hati, kecerdasan spiritual.

Mungkin kita tidak sadar. Sejalan dengan globalisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan, ternyata berdampak rentan bagi kecerdasan hati dan ketuhanan manusia. Banyak orang mulai melupakan Tuhan, memuja Ilmu pengetahuan dan melegalkan berbagai hal yang dianggap terlarang sebelumnya.

Semakin berat tantangan, semakin lemah hati-hati yang mampu bertahan dalam kebaikan. (Aduh kok saya jadi ceramah). Lalu apa sebenarnya yang dibutuhkan? Mungkin jawabannya adalah sekolah hati. Saya berbicara bukan sebagai pakar atau apa. Hanya berbagi pemikiran agar bisa belajar bersama. Hehe...


Berbicara tentang pembelajaran hati, quote yang saya buat di atas sebenarnya bentuk perenungan diri sendiri. Mungkin Tuhan menegur kita, “Kenapa sih, kalau buat yang lain berani-berani saja bayar mahal. Tapi buat sesuatu yang lebih mendekatkan diri pada NYA”. Dan kali ini Allah sepertinya menegur saya, karena DIA saya pada Saya. Betapa mahal harga yang harus saya bayar untuk belajar menyekolahkan hati yang sepertinya perlu banyak sekali koreksi diri.
Kadang Tuhan menegur kita dengan mengambil hal-hal yang dianggap berharga. Seberapa besar kita mencintaiNYA dibandingkan hal-hal duniawi itu.

Tuhan menganugerahi nikmat yang begiituuu banyak, namun kita tak bersyukur sedikitpun, lalu tuhan mengambil sedikit saja, kita sudah mengeluh bukan main.

Saya masih sangat ingat kata-kata seorang sahabat, bermimpi tinggi itu harus ndut. Tapi jangan sampai kamu silau sama impian kamu.
Maksudnya mungkin memang bermimpi itu harus. Namun impian itu harus dicapai dengan proses. Tidak boleh silau dengan proses instan yang menjanjikan kemilau. Dan saya belajar lagi untuk kedua kalinya.

"Terimakasih Tuhan, masih mencintaiku dan mengingatkanku saat aq mulai jauh"

posted from Bloggeroid

Minggu, 12 Mei 2013

Pengalaman Interview Beasiswa Turki 2013


Alhamdulillah, seperti yang saya ceritakan sebelumnya saya berhasil terpilih (gaya, kaya miss Indonesia aja gitu ya) sebagai salah satu kandidat untuk masuk tahap wawancara beasiswa pemerintah Turkiye.

Saya mendapatkan jadwal tes pada Hari Senin, 6 Mei 2013 pukul 14.00-15.00 (Hari bersejarah, jadi dicatet gitu ya.. #lebay). Awalnya saya menanggapi santai dalam rangka wawancara ini, hanya sekedar wawancara toh? Tinggal jawab apa adanya kan? Tapi saudara-saudara, setelah membuka-buka blog, tulisan, atau info soal beasiswa Turki ini saya jadi sedikit tegang. Ada beberapa trik dan tips yang juga harus kita terapkan menghadapi wawancara. Alhasil, kelabakanlah saya H-3 menjelang tes baru bergoogling ria dan prepare kebutuhan tes.
Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari partner untuk berangkat ke Jakarta, pasalnya menempuh perjalanan sendirian malang-jakarta cukup membosankan juga. Apalagi saya baru kembali dari Jakarta 2 minggu sebelumnya. Rasanya sisa-sisa pegal perjalanan masih nyangkut sana sini, kepala masih kebayang-bayang ngemper di Soetta semalaman dan gerasak-gerusuk nyari tiket Bandung-Jakarta(Okai, cerita yang itu ntar di page yang lain aja ya..hehehe...). Akhirnya saya mengepost  “[Butuh Info]Lolos  Interview Turkiye Burslari 2013” di group beasiswa@yahoogroups.com. Terimakasih yaa. Saya menunggu 1-2 hari belum ada jawaban, baru hari ketiga sejak saya mengirim ke mailis tersebut ada beberapa yang menghubungi. Bahkan saya menemukan kandidat dari Universitas saya pada hari H setelah test (Kok telat ya? Tapi gpp, nambah temen jugaa J )
Hal kedua yang saya lakukan adalah nyari blog-blog mahasiswa yang sudah lolos beasiswa Turki, beserta beberapa pertanyaan yang sering muncul. Waktu itu saya cuman baca-baca pertanyaannya doang, belum mikirin jawabannya mau dibawa kemana. Nah selain itu saya juga iseng googling info tentang Turki, misalnya isu migrasinya, terus PPI Indonesia Turki, Living Guide disana, sama profil negaranya. Mikirnya jauh banget ya? Saya takutnya tiba-tiba ditanya siapa Presiden Turki, terus gak bisa jawab. Mempermalukan nama bangsa dan negara alamater tercinta kan? Apalagi nyerempetin gelar S.IP dibelakang tuh.... Beuh....
H-4, tepatnya Jumat 3 Mei, saya baru sempet nyari-nyari tiket berangkat. Alhasil karena belinya mepet-mepet ya dapetlah tiket kereta yang harganya ngalahin harga pesawat. Mikirnya daripada gak berangkat. Bismillah. Tapi Alhamdulillah pulangnya dapet tiket pesawat murah, hehehe....
Nah, Jadi ceritanya saya berangkat Sabtu 4 Mei 2013 dari Malang dan nyampe Minggu 5 Mei 2013. Waktu itu malem-malem dikereta, ditengah kesendirian perjalanan (dramatis ceritanya, lagi dalam perjalanan ke medan jihad,,,hahaha...) isenglah googling tentang beasiswa Turki. Eh nemu kultwitnya si embak-embak asal Jambi yang canggih banget mengupas tips and Trik dia lolos beasiswa Turki. Waktu itu mikirnya, si embak kok gak dari kemaren aja gitu, kenapa H-1 mepet-mepet gitu... emang sengaja bikin penasaran yaaa :p. Tapi makasiiii ya mbaak, kultwitmu sangaaat membantu...(info kultwit mbaknya bisa dilihat di http://chirpstory.com/li/74471) . Kemudian kepikiranlah buat ngikutin jejaknya si mbak buat rada-rada narsis gitu waktu interview. Nyampe jakarta langsung buka lepito trus bikin fortofolio diri sendiri yang emang, narsis sih... ahahaha,,,
Hari H, 6 Mei 2013. Interview dijadwalkan jam 2 siang, saya sudah mandi dari jam 11, berangkat jam setengah satu. Padahal tinggalnya waktu itu di daerah Rasuna Said Juga, 10 menit lah naik P20. Jam 1 Kurang sudah sampai kedubesnya, tapi berhubung lagi istirahat, saya nunggu diluar. Sendirian. Berdiri awalnya. Kemudian ada bapak-bapak tukang sapu manggilin “Neng sini aje duduk sini, daripada bediri sono!”. Ah iya juga ya, daripada kayak anak ilang, saya sendiri didepan Kedubesnya,gak boleh masuk, sedihnya gak boleh foto-foto juga (insting narsisme!!!).  Sembari duduk-duduk sama tukang sapunya, saya ngobrol-ngobrol sama si Bapak yang ternyata asli Madiun dan sudah menetap di Jakarta sejak tahun 1965 itu. Waah arus urbanisasi jakarta itu meman suda terpola sejak zaman dulu ya sodara-sodara. Beliau cerita sempat kerja di Kedubes Turki sebagai tukang kebun. Dalam hati saya mikir, kalau dalam strata diplomatik, seenggaknya ni Bapak masuk bagian-bagian pegawai diplomatik gitu ya, weuh kereeen. Saya yang S1 aja kalah. Hehehe.... Akhirnya kita ngobrol beberapa hal lain seperti tugas dia jadi juru sapu, kondisi jakarta yang makin berpolusi, dan lain-lain. Terimakasih ya pak, setidaknya saya menghabiskan waktu kurang lebih satu jam dipinggiran jalan kota Jakarta itu gak boring-boring banget. Sampai pukul 1.20 saya belum menemukan tanda-tanda peserta lain, barulah pukul 1.40an saya menemukan beberapa peserta lainnya yaang semuanya cowok. Memang saya paling cantik waktu itu. Ya Jelaslah ya -.-. Ada yang dari Aceh, cibubur, Jakarta, Bandung, Depok, dan lain-lain. Saya dari Malang sendirian.
Setelah masuk pintu gerbang, kita harus menyimpan HP (gak boleh foto-foto, sedihnyaaa), dan didalam kita nunggu di ruang tamu yang oke banget. Karpet sama perabot ala-ala Tukiye gitu keren ya, ah nyaman banget berasa rumah sendiri. Kemudian, selama menunggu interviewernya dateng, kita ngobrol dan sharing-sharing nih apa aja strategi wawancaranya. And here we go.... hehehe...
1.       Siapkan jawaban boombastis, namun tetap rasional. Misalnya kenapa mau kuliah di Turki? Biar bisa jadi Rektor! Biar jadi Gubernur! Daan jawaban-jawaban lainnya yang BISA DIPERTANGGUNGJAWABKAN...hehehehe
2.       Tetap tenang dan santai, kalau bisa kita ngajak interviewernya becanda kali ya...hehe..berusaha tarik perhatian mereka dengan menunjukkan siapa kamu, namun tetap apa adanya dan gak lebay.
3.       Siapkan tesis, pelajari skripsi, atau rancangan riset kali ya. Lumayan bisa nambah-nambah poin buat menarik perhatian interviewer.
4.       Sharing sama teman yang lain
5.       Saling mendoakan
6.       Dan do ur best for the war !!!

Jujur saya belum puas sama wawancara saya kemarin, masih banyak yang ingin saya ekplor. Tapi seenggaknya saya dapat pengalaman baru dan teman-teman baru. Semakin bersemangat untuk mencoba interview berikutnya. ADS, Bismillahirrohmanirrohim...

Kamis, 02 Mei 2013

Tes Interview Beasiswa Turki, Sebuah Langkah Awal


Hari itu seperti biasa, aktifitas pagi setelah bangun tidur adalah mengecek hp. Jam berapa, ada email atau notification lainnya. Dan ternyata layar HP hitam karena memang baterainya sedang habis. Akhirnya aku segera bersiap menuju kampus dan berexcited ria karena hari itu akan menonton pertunjukan teater. Sudah 5 tahun tidak main teater, dan terakhir kali menontonpun 2 tahun yang lalu di GOETHE Institut Jakarta.

Dan hari itu menjadi begitu bersemangat. Alhamdulillah Allah memberi kejutan lainnya. Sebuah email masuk dari Turkiye Burslary berupa interview invitation. Awalnya saya hanya membaca datar pesan itu, antara tidak percaya dan oh? Namun beberapa lama kemudian, saya sadar bahwa Allah sudah memberikan kepercayaan yang besar pada saya.
Tidak dipungkiri mengikuti seleksiaplikasi  Beasiswa Turki ini adalah coba-coba. Beberapa berkaspun saya mungkin belum maksimal, misalnya TOEFL yang masih toefl institusi dari lembaga kursus.
Jujur, saya masih dalam masa pemulihan kondisi mental karena beberapa shock terapi minggu kemarin. Tapi Allah selalu berfirman bahwa “Aku adalah apa yang disangkakan hambaku”. Maka aku yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik melalui setiap hal yang akan aku lewati.

Perjalanan saya untuk mendapatkan beasiswa ini memang masih beberapa langkah lagi, dan itu pasti tidak mudah. Namun ini adalah salah satu langkah untuk menempa diri, belajar dan meraih impian-impian berikutnya. Lahaulawalaquwwataillabillahilaliyyiladziiim... saya ikhas untuk apapun hasilnya, namun semoga Allah memeberi kekuatan untuk menunjukkan yang terbaik dari saya di saat test nanti.

Setelah googling dan bertanya pada beberapa teman, ada beberapa jenis pertanyaan yang sering diajukan dalam beasiswa turki ini, diantaranya : (saya dapatkan dari sumber : http://miturki.wordpress.com/2013/04/22/seri-bahas-tuntas-taklukkan-tes-wawancara-beasiswa-turki/)


1)            Background keluarga kita
2)            Mengapa memilih kuliah di Turki
3)            Mengapa memilihjurusan yang telahkitapilih di form aplikasi (bagi yang memilih jurusan yang berbeda dengan background S1nya, maka usahakan cari koherens yang masukakal)
4)            Spesifikasi jurusan tersebut (untukmenguji sejauh apa kita paham tentang jurusan yang akan kita ambil)
5)            Apa rencana kita setelah menyelesaikan studi

dan beberapa kelengkapan yang perlu dibawa 
1)            Pas Foto
2)            KTP (asli & foto kopi)
3)            Passport (asli & fotokopi)
4)            Ijazah & Transkrip (asli & fotokopi yang sudah dilegalisir, dan karena saya sudah punya yang Translated to English, jadi saya bawa juga translation-nya)
5)            Sertifikat TOEFL
6)            Surat rekomendasi
7)            Motivation Letter
8)            Piagam-piagam (asli & fotokopi)
9)            Print email “Invitation for Interview” kita
10)        Buku / Paper yang pernah kita terbitkan
11)        Salinan formulir aplikasi kita ( untuk dibaca ulang saat menunggu giliran interview )
12)    Tambahan dari saya adalah outline rencana penelitian yang ingin dilakukan nanti :)

 Untuk persiapan hari H, bismillaah... saya akan berusaha semaksimal mungkin, setidaknya tidak tampil mengecewakan orang-orang yang percaya bahwa saya bisa. Bismillahirrohmanirrohim....
Semoga Allah juga selalu memebri kekuatan untuk tidak tinggi hati atas kelebihan nikmatnya dan senantiasa bersyukur.
Semangaaat Egaaa ^^ 

Minggu, 10 Maret 2013

B.a.p.a.k

"Bisa tolong bacakan nak, bapak gak kelihatan...."
Pinta Bapak menyodorkan sms di hpnya.
Aku tertegun, meringis luka dalam hati...


Sudah hampir tiga tahun ini, penglihatan beliau tidak berfungsi dengan baik.
Mungkin itu yang membuat beliau sedikit stress. Kegemarannya membaca pun tak bisa dilakukan lagi.
Secangkir kopi hitam dipagi hari sudah tak didampingi oleh koran kesayangannya.
Bapak pun akhirnya mulai mengurangi aktifitas mengajarnya di kampus.

Ah....
Aku mendesah berat.
Tahun ini beliau sudah berusia 51 tahun. Diusia paruh baya seharusnya beliau sudah tidak pusing-pusing lagi memikirkan anak-anaknya yang mulai tumbuh dewasa.
Tapi bapak, masih tetap seperti Bapak yang dulu.

Meski demikian, bapak masih setia dengan si tua GLPRO nya...
Menelusuri jalan ke kantor, meski hujan, dan panas...
beliau tak pernah meminta lebih...
Cukuplah kita jadi orang yang sederhana namun bahagia
dibanding serba berlebihan namun menderita...
nasihatnya selalu....


---cepat sembuh Bapak,tunggu egan bawain tiket plus undangan wisuda dari negeri kangguru---

Jumat, 21 Desember 2012

Terimakasih Bunda


Ketika seorang sahabat bertanya pada Rasulullah. Siapa orang yang harus kita hormati pertamakali?
Rasulullah menjawab. Ibumu! Ibumu! Ibumu! Baru yang ke empat kali beliau menjawab Ayahmu!


Selamat Hari Ibu,

Saya rindu,
Suasana pagi di rumah saat bunda memasak sarapan pagi.
Saya rindu, saat sakit bunda memijit badan saya.
Saya rindu, bunda yang menggodai saya soal pacar baru.
Saya rindu, berbelanja bersama bunda hingga tak kenal waktu.
Saya rindu, bunda yang kadang ngambek gara-gara digodai babe.
Saya rindu, bunda yang selalu tau apa yang sebenarnya saya rasakan.

Terimakasih Allah, 
Untuk anugerah yang tak terhingga.
Lahir dari sebuah keluarga yang luar biasa.
Bunda yang penuh kasih, Babe yang selalu m enjadi panutan.
Mereka adalah orang tua terbaik di dunia.

Terimakasih untuk Bunda yang selalu mengajarkan tentang ketulusan,
Terimakasih untuk Bunda yang memberi pemahaman tentang sabar
Terimakasih untuk bunda yang selalu mengingatkan saat keliru
Terimakasih untuk Bunda dengan sejuta cinta bagi keluarga

My mom, My Hero :* :)

Selasa, 04 Desember 2012

Surat Cinta untuk Luwuk


Tulisan ini saya dedikasikan untuk adik-adik di SDN 2 Sinorong, Luwuk Sulawesi.
Berkat ide dari seorang sahabat, maka tulisan ini semoga tersampaikan dan  memberi inspirasi untuk kalian.


Untuk Adik-adikku
Di SDN 2 Sinorong, Luwuk Sulawesi

Semangat Pagi !!!
Salam perkenalan untuk calon-calon pemimpin bangsa di salah salah satu pulau terindah di Indonesia. Nama kakak Mega Nisfa Makhroja, biasa di panggil Ega. Senang sekali rasanya memiliki kesempatan berkenalan dengan kalian, meskipun hanya lewat sepucuk surat.

Adik-adik,
Pernahkah adik-adik bermimpi? Pasti pernah bukan? Namun, mimpi yang kakak maksud disini adalah mimpi tentang cita-cita atau keinginan apa yang ingin kita capai di masa depan. Nah, kakak ingin sedikit bercerita tentang kekuatan impian.

Waah, kenapa mimpi bisa punya kekuatan ya?
 Masa iya, dengan bermimpi saja kita bisa mendapatkan segalanya?”
 Jika ada yang bertanya demikian maka kakak akan menjawab ‘YA”
Karena kakak, pernah membuktikannya!!! Kita bisa mencapai apapun yang kita inginkan dengan memiliki impian yang besar, percaya pada diri sendiri, dan berusaha mencapai impian itu.

Adik-adik,
Kakak berasal dari sebuah provinsi bernama Nusa Tenggara Barat, tepatnya di pulau Lombok. Mungkin akan menghabiskan waktu sekitar 3 jam apabila terbang dari Kota Palu ke Kota Mataram yang merupakan ibukota provinsi NTB. Kakak sangat mencintai daerah asal kakak. Meskipun NTB masih tergolong provinsi yang kurang berkembang, namun potensi alamnya yang luar biasa bisa mengundang bule-bule untuk berkunjung ke NTB.

Salah satu impian besar kakak adalah mampu membawa harum nama daerah ditingkat nasional bahkan internasional. Kakak bukan orang yang jenius, kakak juga punya kemampuan yang biasa saja. Bahkan ketika kakak punya impian sebesar itu, kakak belum tau bagaimana mewujudkannya. Namun kakak punya keyakinan, bahwa tidak ada impian yang mustahil. Sebesar apapun impian itu bisa kita perjuangkan. Perjuangan kita mencapai impian itulah yang akan menentukan, seberapa pantas kita mendapatkan apa yang kita cita-citakan. Maka, untuk memulainya lakukanlah hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk hal sekecil apapun!

Kakak masih ingat, saat itu bulan Januari 2011, kakak iseng-iseng mengikuti semacam lomba menulis di tingkat Internasional yang diadakan oleh Bank Dunia. Saat itu kakak mengangkat masalah perdagangan anak, khususnya di NTB. Kakak bertekad ingin menceritakan kepada dunia bahwa banyak anak-anak Indonesia yang diperjual belikan sebagai tenaga kerja di luar negeri, sehingga pemerintah perlu menyelesaikan masalah itu. Alhamdulillah, pada kesempatan itu kakak terpilih sebagai salah satu penulis terbaik. 

 Setahun kemudian, kakak bermimpi untuk pergi ke luar negeri. Bertemu dengan pemuda di seluruh dunia, dan memperkenalkan betapa luar biasanya Indonesia. Alhamdulillah kakak berkesempatan mengunjungi Filipina dan Singapura untuk mengikuti sebuah acara pertemuan pemuda tingkat dunia. Disana kakak berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta mempromosikan indahnya budaya Indonesia. Banyak sekali dari teman-teman disana yang tertarik untuk berkunjung. Ada yang berasal dari Rusia, namanya Savina. Ada yang bersal dari India, namanya Adit Arya. Ada yang dari Jepang, namnya Tomoyuki. Adapula yang berasal dari New Zaeland, namanya Dominic. Ternyata, mereka semua sangat salut akan kekayaan budaya, alam, dan  masyarakat indonesia yang ramah. Bahkan Dominic, sangat menyukai makanan khas Indonesia. mereka sangat membanggakan Indonesia. Kakak sangat terharu, dan sangat bangga. Dalam hati kakak berucap “ Ya Allah, Alhamdulillah...setidaknya salah satu impian besar hamba terwujud. Dengan senyum bangga kakak saya dapat mengatakan bahwa SAYA ADALAH PEMUDA INDONESIA
Bersama Savina-Rusia,Tomoyuki-Jepang, Dara-Cambodia,Dominic-New Zaeland, Ramelz-Filipina, Saya, Rina-Irma-Indonesia :)

 Nah, adik-adik...
Ternyata banyak orang yang juga membanggakan negara kita. Lalu kenapa kita sebagai anak-anak Indonesia tidak bangga? Maka, kakak ingin mengajak adik-adik semua untuk bermimpi. Bermimpi untuk membawa harum nama Indonesia di seluruh dunia. Bermimpi untuk menjadi pemimpin-pemimpin yang mampu memajukan Indonesia! Tidak ada yang mustahil. Percayalah, bahwa dengan mempunyai impian yang besar, kita bisa memiliki kekuatan yang besar untuk mencapai impian itu. Jangan pernah putus asa dan patah semangat!!! Dan kakak sangat yakin KALIAN BISA!!!


Malang, 4 Desember 2012
    Salam hangat dari “menara impian”


        Mega Nisfa M.