Entah mengapa, daratan semenanjung di sisi barat laut itu begitu mengagumkan.
Kemegahan arsitekturnya, kemajuan pola fikir masyarakatnya, serta hal-hal luar biasa lainnya.
E.R.O.P.A.
Suatu hari aku pasti bisa menginjakkan kaki disana.
mengelilingi tiap perbatasan musim dan budayanya.
Suatu hari pasti aku akan menaklukannya...
Bersama mimpi-mimpi lain yang akan aku genggam.
Terimakasih untuk semua orang yang menyemangatiku untuk terus belajar.
Sampai berjumpa nanti, di sudut kota Den Hague :)
Kamis, 13 Oktober 2011
Minggu, 25 September 2011
Mimpiku untuk Tika :)
Adik kecilku sudah mulai remaja. 13 tahun sudah usianya. banyak berubah, dari segi fisik, pemikiran, dan tentunya kepekaan. Saya menulis ini karena saya ingin suatu hari jika Tika membacanya, maka dia akan sadar betapa saya sangat menyayanginya. Betapa saya sangat menginginkan yang terbaik buat dia.
Atika Hijria Rusmayani,
Kakak tahu, tika itu anak yang luar biasa cerdas.
Gesit, cepat tanggap, selalu ingin tahu.
TIka sudah remaja, tumbuh menjadi sosok yang mulai mencari bagaimana jati dirinya.
Kakak tidak pernah menyalahkan tika yang begitu menyukai Justin Bieber, Cakka, atau entah siapa itu.
Tika luar biasa, dan Kak Egan percaya bahwa suatu hari Ika bisa jadi orang yang sukses.
Bangga yang luar biasa, tahu Ika sekarang menjadi Ketua Teater Ilalang SMPN 2 Mataram. mengikuti jejak Kak Egan yang begitu mencintai dunia seni.
Tapi, Adikku sayang.
Mimpi kakak untuk kamu, jauh lebih besar deri itu.
Tak perlulah kamu menjadi orang yang paling populer di sekolah, jikalau kamu tak bisa berbagi dengan orang yang membutuhkan.
Tak perlulah kamu menjadi orang yang paling pintar, jikalau kamu tak bisa memberi ilmu yang bermanfaat bagi lingkunganmu.
Tak perlulah kamu menjadi orang yang kaya, sementara hatimu begitu miskin terhadap cinta Terhadap Allah.
Semoga Ika bisa tumbuh menjadi anak yang luar biasa, punya mimpi besar untuk tiap langkahnya.
Menjadi orang yang mampu memberi dan menyenangkan hati orang-orang disekitarnya.
Love,
Kak Eghan :*
Atika Hijria Rusmayani,
Kakak tahu, tika itu anak yang luar biasa cerdas.
Gesit, cepat tanggap, selalu ingin tahu.
TIka sudah remaja, tumbuh menjadi sosok yang mulai mencari bagaimana jati dirinya.
Kakak tidak pernah menyalahkan tika yang begitu menyukai Justin Bieber, Cakka, atau entah siapa itu.
Tika luar biasa, dan Kak Egan percaya bahwa suatu hari Ika bisa jadi orang yang sukses.
Bangga yang luar biasa, tahu Ika sekarang menjadi Ketua Teater Ilalang SMPN 2 Mataram. mengikuti jejak Kak Egan yang begitu mencintai dunia seni.
Tapi, Adikku sayang.
Mimpi kakak untuk kamu, jauh lebih besar deri itu.
Tak perlulah kamu menjadi orang yang paling populer di sekolah, jikalau kamu tak bisa berbagi dengan orang yang membutuhkan.
Tak perlulah kamu menjadi orang yang paling pintar, jikalau kamu tak bisa memberi ilmu yang bermanfaat bagi lingkunganmu.
Tak perlulah kamu menjadi orang yang kaya, sementara hatimu begitu miskin terhadap cinta Terhadap Allah.
Semoga Ika bisa tumbuh menjadi anak yang luar biasa, punya mimpi besar untuk tiap langkahnya.
Menjadi orang yang mampu memberi dan menyenangkan hati orang-orang disekitarnya.
Love,
Kak Eghan :*
Memulai mimpi
Saya memberi tulisan ini judul "memulai mimpi". Karena disinilah saya memulai satu babak dari mimpi saya.
mimpi besar yang cita-citakan babe dan bunda, dan mimpi besar menunaikan kewajiban saya terhadap kedua orang tua untuk merampungkan studi strata 1 saya.
Memulai mimpi ini karena minggu depan saya akan belajar sesuatu diluar kelas.
"Praktek Kerja Nyata" atau yang lebih dikenal dengan sebutan MAGANG.
*sedikit terrlambat ya? hehe.... disaat teman-teman saya sudah merampungkan laporan -bahkan ujian magangnya- saya baru akan memulai kegiatan pada tanggal 3 Oktober nanti.
Saya memilih magang di sebuah NGO's bernama SMERU Research Institute atau yang lebih dikenal dengan Social Monitoring and Early Respon Unit. Bukan hal yang mudah untuk ini. Terinspirasi dari Pak Anggun dan Ibu Erza untuk melakukan magang disana. saya melihat betapa uniknya lembaga ini. betapa menyenangkannya menjadi seorang researcher. Mampu terjun ke lapangan secara langsung, menikmati tantangan yang luar biasa, dan kepuasan tersendiri bagi saya khususnya.
Memang tidak banyak yang mengenal SMERU Research Institute secara luas. Namun kalangan akademisi, pemerhati pembangunan tentunya akan sangat mengenal lembaga riset yang menjadi salah satu thing tank di Asia ini. Kinerja yang luar biasa atas dedikasi untuk pembangunan nasional.
Motivasi saya untuk masuk di lembaga ini adalah keinginan besar nantinya untuk membangun daerah saya, khusunya Nusa Tenggara Barat agar mampu lebih baik dari sekarang ini.
Kembali pada mimpi saya di SMERU, Ibarat mendaki gunung Semeru yang tinggi. butuh perjuangan untuk memulai mimpi ini. Beberapa kali saya hampir putus asa, tapi terimakasih untuk bapak Anggun Hari Susilo Trisnanto yang memberi sebuah kata-kata penyemangat yang luar biasa kepada saya
"LEBIH BAIK MUNDUR SATU LANGKAH, UNTUK MELOMPAT LEBIH JAUH ^^"
Masih sangat jelas, saya ingat saat itu bersama Rindi di ruang Kuliah Political Ecology. Saya hampir membatalkan niat magang di SMERU karena tidak bisa magang pada bulan Juli. Hanya bisa pada Bulan Oktober.
Dan sekarang saya melangkah, memantapkan hati. meskipun tidak jarang saya merasa galau melihat beberapa mahasiswa yang sudah melakukan ujian magang. Merasa tertinggal, takut salah pilihan. Apa saya menyianyiakan waktu liburan saya? Hey, i really feel bad for that. But, I believe that every change has chance ^^. PASTI AKAN ADA SESUATU YANG LUAR BIASA YANG BISA SAYA DAPATKAN KETIKA SAYA BENAR-BENAR TULUS BERUSAHA, BENAR-BENAR INGIN MEMBERI YANG TERBAIK, SERTA BENAR-BENAR MAU BELAJAR UNTUK BERSYUKUR.
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM,
Saya siap berjuang,
mengejar mimpi-mimpi saya
menunaikan kewajiban saya
dan menjemput tantangan yang ada.....
mimpi besar yang cita-citakan babe dan bunda, dan mimpi besar menunaikan kewajiban saya terhadap kedua orang tua untuk merampungkan studi strata 1 saya.
Memulai mimpi ini karena minggu depan saya akan belajar sesuatu diluar kelas.
"Praktek Kerja Nyata" atau yang lebih dikenal dengan sebutan MAGANG.
*sedikit terrlambat ya? hehe.... disaat teman-teman saya sudah merampungkan laporan -bahkan ujian magangnya- saya baru akan memulai kegiatan pada tanggal 3 Oktober nanti.
Saya memilih magang di sebuah NGO's bernama SMERU Research Institute atau yang lebih dikenal dengan Social Monitoring and Early Respon Unit. Bukan hal yang mudah untuk ini. Terinspirasi dari Pak Anggun dan Ibu Erza untuk melakukan magang disana. saya melihat betapa uniknya lembaga ini. betapa menyenangkannya menjadi seorang researcher. Mampu terjun ke lapangan secara langsung, menikmati tantangan yang luar biasa, dan kepuasan tersendiri bagi saya khususnya.
Memang tidak banyak yang mengenal SMERU Research Institute secara luas. Namun kalangan akademisi, pemerhati pembangunan tentunya akan sangat mengenal lembaga riset yang menjadi salah satu thing tank di Asia ini. Kinerja yang luar biasa atas dedikasi untuk pembangunan nasional.
Motivasi saya untuk masuk di lembaga ini adalah keinginan besar nantinya untuk membangun daerah saya, khusunya Nusa Tenggara Barat agar mampu lebih baik dari sekarang ini.
Kembali pada mimpi saya di SMERU, Ibarat mendaki gunung Semeru yang tinggi. butuh perjuangan untuk memulai mimpi ini. Beberapa kali saya hampir putus asa, tapi terimakasih untuk bapak Anggun Hari Susilo Trisnanto yang memberi sebuah kata-kata penyemangat yang luar biasa kepada saya
"LEBIH BAIK MUNDUR SATU LANGKAH, UNTUK MELOMPAT LEBIH JAUH ^^"
Masih sangat jelas, saya ingat saat itu bersama Rindi di ruang Kuliah Political Ecology. Saya hampir membatalkan niat magang di SMERU karena tidak bisa magang pada bulan Juli. Hanya bisa pada Bulan Oktober.
Dan sekarang saya melangkah, memantapkan hati. meskipun tidak jarang saya merasa galau melihat beberapa mahasiswa yang sudah melakukan ujian magang. Merasa tertinggal, takut salah pilihan. Apa saya menyianyiakan waktu liburan saya? Hey, i really feel bad for that. But, I believe that every change has chance ^^. PASTI AKAN ADA SESUATU YANG LUAR BIASA YANG BISA SAYA DAPATKAN KETIKA SAYA BENAR-BENAR TULUS BERUSAHA, BENAR-BENAR INGIN MEMBERI YANG TERBAIK, SERTA BENAR-BENAR MAU BELAJAR UNTUK BERSYUKUR.
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM,
Saya siap berjuang,
mengejar mimpi-mimpi saya
menunaikan kewajiban saya
dan menjemput tantangan yang ada.....
Senin, 22 Agustus 2011
Dialektika Eksak dan Sosial
Eksak dan sosial,
dua bentuk pilihan yang mewarnai dunia pendidikan indonesia.
masih banyak orang memandang sebelah mata terhadap ilmu-ilmu sosial, sementara Ilmu eksak selalu diagung-agungkan sebagai penjamin kesuksesan masa depan seseorang. :(
saya menulis ini karena saya-jujur-kecewa akan cara pandang sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk lingkungan sekitar saya terhadap studi mengenai ilmu eksak dan sosial.
Tidak jarang, orang tua menganggap profesi dokter adalah profesi yang paling menjanjikan. Menjadi dokter berarti memiliki jaminan masa depan yang cemerlang. Dokter itu cool, dokter itu hebat, pintar, elegan, calon menantu yang paling dicari. (Dubrak). Orang-orang yang bekerja dalam dunia kedokteran sangatlah dihormati.
saya, seorang mahasiswa Ilmu sosial. masuk dalam jajaran penstudi Ilmu hubungan Internasional. bukannya sekali, dua kali atau tiga kali menjumpai pertanyaan.
A : Kuliah dimana dek
Saya : Brawijaya
A : Jurusan Apa?
Saya : Hubungan Internasional
A : Emang besok kerjanya jadi apa? ...bla..bla,,,, dan intinya meragukan lulusan HI yang masuk dalam ilmu sosial.....
Saya jenuh, dengan pernyataan-pernyataan seperti itu. geram, dan seringkali sedih. Betapa banyak orang-orang yang belum menyadari dan memahami akan pentingnya kebutuhan sosial saat materi dan segalanya bisa kita dapatkan...kenapa?kenapa?kenapa? saya terus bertanya-tanya dalam diri saya. hal besar yang membuat saya semakin sedih adalah ketika saya "baru menyadari" bahwa sebenarnya jauh dilubuk hati orang tua dan keluarga saya, sangat memimpikan saya memakai jas putih itu,,,, sekali lagi, saya bertanya kenapa?
#karena ini bagian dari prospek yang dilihat di Indonesia, dan mindset yang sudah terbangun sejak lama di Indonesia.
file:///C:/Users/Mega/Desktop/social%20science.jpg
Saat ilmu sosial dipandang "sebelah mata" disni, ternyata diluar sana kebutuhan manusia modern sudah tidak sebatas kedokteran ataupun teknik dan ahli kimia dan sejenisnya. lebih jelas lagi terlihat bahwa ternyata kebutuhan akan kesehatan psikis manusia sangat diutamakan. sebab, semakin modern kehidupan suatu bangsa, kenyamanan pribadilah yang dicapai menjadi tujuan utama.
Lalu saya berfikir, apa yang bisa saya buktikan? sepertinya belum ada pembuktian apa-apa atas kesuksesan ilmu sosial yang bisa mereka lihat disekitar mereka. saya sendiri toh belum merasa maksimal untuk memberikan bagian terbaik yang saya bisa. semakin saya berfikir, semakin saya sakit. semakin saya berfikir, semakin saya malu dan tak bersyukur atas apa yang sudah saya dapatkan. semakin saya membandingkan diri saya dengan orang lain juga...
Ramadhan yang mulia ini, jikalau saya boleh meminta Ya Allah.
Semoga suatu hari nanti, saya mampu memberikan yang terbaik untuk mereka. saya mampu menunjukkan bahwa tiap orang punya panggungnya sendiri-sendiri. Bahwa Allah sudah memberikan keistimewaan yang berbeda-beda bagi setiap orang.... dan semoga saya bisa kuat hingga hari itu....
dua bentuk pilihan yang mewarnai dunia pendidikan indonesia.
masih banyak orang memandang sebelah mata terhadap ilmu-ilmu sosial, sementara Ilmu eksak selalu diagung-agungkan sebagai penjamin kesuksesan masa depan seseorang. :(
saya menulis ini karena saya-jujur-kecewa akan cara pandang sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk lingkungan sekitar saya terhadap studi mengenai ilmu eksak dan sosial.
Tidak jarang, orang tua menganggap profesi dokter adalah profesi yang paling menjanjikan. Menjadi dokter berarti memiliki jaminan masa depan yang cemerlang. Dokter itu cool, dokter itu hebat, pintar, elegan, calon menantu yang paling dicari. (Dubrak). Orang-orang yang bekerja dalam dunia kedokteran sangatlah dihormati.
saya, seorang mahasiswa Ilmu sosial. masuk dalam jajaran penstudi Ilmu hubungan Internasional. bukannya sekali, dua kali atau tiga kali menjumpai pertanyaan.
A : Kuliah dimana dek
Saya : Brawijaya
A : Jurusan Apa?
Saya : Hubungan Internasional
A : Emang besok kerjanya jadi apa? ...bla..bla,,,, dan intinya meragukan lulusan HI yang masuk dalam ilmu sosial.....
Saya jenuh, dengan pernyataan-pernyataan seperti itu. geram, dan seringkali sedih. Betapa banyak orang-orang yang belum menyadari dan memahami akan pentingnya kebutuhan sosial saat materi dan segalanya bisa kita dapatkan...kenapa?kenapa?kenapa? saya terus bertanya-tanya dalam diri saya. hal besar yang membuat saya semakin sedih adalah ketika saya "baru menyadari" bahwa sebenarnya jauh dilubuk hati orang tua dan keluarga saya, sangat memimpikan saya memakai jas putih itu,,,, sekali lagi, saya bertanya kenapa?
#karena ini bagian dari prospek yang dilihat di Indonesia, dan mindset yang sudah terbangun sejak lama di Indonesia.
file:///C:/Users/Mega/Desktop/social%20science.jpg
Saat ilmu sosial dipandang "sebelah mata" disni, ternyata diluar sana kebutuhan manusia modern sudah tidak sebatas kedokteran ataupun teknik dan ahli kimia dan sejenisnya. lebih jelas lagi terlihat bahwa ternyata kebutuhan akan kesehatan psikis manusia sangat diutamakan. sebab, semakin modern kehidupan suatu bangsa, kenyamanan pribadilah yang dicapai menjadi tujuan utama.
Lalu saya berfikir, apa yang bisa saya buktikan? sepertinya belum ada pembuktian apa-apa atas kesuksesan ilmu sosial yang bisa mereka lihat disekitar mereka. saya sendiri toh belum merasa maksimal untuk memberikan bagian terbaik yang saya bisa. semakin saya berfikir, semakin saya sakit. semakin saya berfikir, semakin saya malu dan tak bersyukur atas apa yang sudah saya dapatkan. semakin saya membandingkan diri saya dengan orang lain juga...
Ramadhan yang mulia ini, jikalau saya boleh meminta Ya Allah.
Semoga suatu hari nanti, saya mampu memberikan yang terbaik untuk mereka. saya mampu menunjukkan bahwa tiap orang punya panggungnya sendiri-sendiri. Bahwa Allah sudah memberikan keistimewaan yang berbeda-beda bagi setiap orang.... dan semoga saya bisa kuat hingga hari itu....
Selasa, 09 Agustus 2011
Sebongkah doa Untuk Chi...
Saya tidak percaya, hal2 seperti saraf tumor dan sejenisnya akan masuk dlm kehidupan saya dengan begitu nyata.
Kakak satu2nya...
Sahabat yg selalu ada untuk saya,
Dan kadang dia menjadi seorang ibu sekaligus penasihat yg baik untuk sy.
Epilepsi sekunder, itulah diagnosa awal yg diberikan dokter pdnya...
dan pnyebabnya adalah tumor yg sudah cukup lama dibagian kepalanya.
Ukuran 5x6 cm itu bukan ukuran yg kcil untuk kasus sbsar itu. Terlebih lgi tumor itu hampir mnyerang bagian batang otaknya. Pusat kehidupan dari tiap manusia.
Menjadi orang pertama yg mndengarnya mmbuat sy sangat terpukul. Ingin tidak percaya tapi mau tdk mau harus lebih tegar dihadapan dia...
Banyak mimpinya yg masih blum dia raih..
Jikalau ini adalah teguran Untuk kami. Maka hanya permohonan ampun yang bisa kami panjatkan agar bisa menjalani ujian ini.
Mimpi dan cintanya akan berujung bulan ini...
Ya Rabb....
Tunjukan jalan TerangMU...
Dan sy percaya keajaiban.
Allah itu Maha Mencintai Hamba2nya yg bersyukur,berikhtiar,dan berdoa...
Kakak satu2nya...
Sahabat yg selalu ada untuk saya,
Dan kadang dia menjadi seorang ibu sekaligus penasihat yg baik untuk sy.
Epilepsi sekunder, itulah diagnosa awal yg diberikan dokter pdnya...
dan pnyebabnya adalah tumor yg sudah cukup lama dibagian kepalanya.
Ukuran 5x6 cm itu bukan ukuran yg kcil untuk kasus sbsar itu. Terlebih lgi tumor itu hampir mnyerang bagian batang otaknya. Pusat kehidupan dari tiap manusia.
Menjadi orang pertama yg mndengarnya mmbuat sy sangat terpukul. Ingin tidak percaya tapi mau tdk mau harus lebih tegar dihadapan dia...
Banyak mimpinya yg masih blum dia raih..
Jikalau ini adalah teguran Untuk kami. Maka hanya permohonan ampun yang bisa kami panjatkan agar bisa menjalani ujian ini.
Mimpi dan cintanya akan berujung bulan ini...
Ya Rabb....
Tunjukan jalan TerangMU...
Dan sy percaya keajaiban.
Allah itu Maha Mencintai Hamba2nya yg bersyukur,berikhtiar,dan berdoa...
Senin, 18 Juli 2011
Sabtu, 09 Juli 2011
fight....
Minggu-minggu terakhir yang berat dipertengahan tahun ini. Aku dihadapkan lagi pada pilihan-pilihan dan pandangan-pandangan yang berbeda. Aku memilih apa yang aku rasakan benar, dan aku percaya pada hal itu. namun tidak semua orang berpandangan sama akan apa yang kita percayai itu.
Apakah salah? tentu tidak. Karena aku toh tak menyalahkan orang lain atas apa yang aku rasakan...
Kecewa, PASTI. Ketika orang-orang disekitar kita sudah tidak mempercayai kita. ketika kita sudah tidak punya mimpi yang sama meskipun kita berangkat dari tempat yang sama.
Terlebih lagi kita dihadapkan pada idealisme dan keegoisan...
Semoga bisa, bertahan. untuk mimpi besar ini...
Semangat...
Apakah salah? tentu tidak. Karena aku toh tak menyalahkan orang lain atas apa yang aku rasakan...
Kecewa, PASTI. Ketika orang-orang disekitar kita sudah tidak mempercayai kita. ketika kita sudah tidak punya mimpi yang sama meskipun kita berangkat dari tempat yang sama.
Terlebih lagi kita dihadapkan pada idealisme dan keegoisan...
Semoga bisa, bertahan. untuk mimpi besar ini...
Semangat...
Langganan:
Postingan (Atom)
